Kelezatan Sate Jando Kuliner Kekinian dari Bandung

Kelezatan Sate Jando Kuliner Kekinian dari Bandung

Kelezatan Sate Jando Kuliner Kekinian dari Bandung – Bagi kalian yang tidak tinggal di Bandung mungkin masih asing dengan kuliner bernama slot bet 100 rupiah sate jando. Dibandingkan sate pada umumnya, kuliner sate yang satu ini amat kondang lebih-lebih banyak orang berkenan antre panjang.

Jika kalian penyuka sate dan tengah berlibur ke Bandung, harus coba nih kuliner yang satu ini!

Apa Itu Sate Jando?

Jika tengah lewat Gedung Sate di Bandung, jangan lupa singgah ke kuliner hits ini, ya!

Namanya Sate Jando Gasibu, berlokasi di belakang Gedung Sate persis.

Tempat ini senantiasa dipadati oleh pembeli tiap tiap hari, lebih-lebih Minggu pagi.

Jika kalian singgah ke sini pada Minggu pagi, siap-siap antre sampai 1 jam, ya.

Sebab, saat tengah ramai-ramainya, antrian sate jando ini bisa mencapai 10 meter, lho!

Memangnya, sate jando itu apa sih? Apa yang membuatnya istimewa dan banyak disukai?

Jika kalian mengira bahwa jando adalah janda, itu salah besar. Sebab, jando di sini artinya adalah payudara sapi.

Jadi, sate jando adalah sate yang terbuat dari payudara sapi atau jando.

Meski menu yang di tawarkan tidak cuma sate jando, menu inilah yang paling laris diburu.

Anggapan bahwa jando artinya janda keluar karena penjaja dan pelanggan sering sebabkan candaan berkenaan ini.

Misalnya, penjaja sering berkata, “Sabar ya, jandanya ulang pulang dulu”, pada pelanggan yang antri supaya mereka tertawa.

Tujuannya pasti bukan untuk menyinggung pihak mana pun, melainkan cuma gurauan untuk mengusir kebosanan saat mengatre.

Baca Juga: Inilah Resep Bulgogi Gurih ala Korea Selatan

Perjalanan Sate Jando Hingga Jadi Kuliner Legendaris

Meski telah dijuluki sebagai salah satu kuliner legendaris di Bandung, sate jando ini masih teguh memegang rancangan sederhana.

Tidak ada gedung restoran megah atau kedai yang luas, sate jando yang hits ini dijual di pinggir jalan, tepatnya di trotoar alias kaki lima.

Meski begitu, pelanggannya banyak sekali, lebih-lebih saat jam makan siang atau hari Minggu.

Saking inginnya menyicip kelezatan sate jando, tak sedikit pelanggan yang berkenan antre lama.

Setiap tusuk sate ini berisi tiga daging, sapi atau ayam, dan juga dua potong lemak.

Penyajiannya adalah memakai daun pisang yang bawahnya dialasi kertas pembungkus nasi.

Meski sate jando berlokasi di Bandung, penjualnya sesungguhnya adalah orang Klaten, Jawa Tengah, lho!

Nama sang penjaja adalah Ngatemi. Ia telah berjualan sate jando sejak tahun 1960.

Awalnya, ia berjualan keliling sambil menggendong barang dagangannya.

Lalu, pada tahun 2000, ia jadi berjualan di belakang Gedung Sate sampai saat ini.

Karena kepopulerannya, ia sempat mengakses beberapa cabang di The Kiosk Braga Citywalk, Balubur Townsquare, dan Kopo.

Namun, sayangnya tidak berjalan lancar karena pelanggannya sepi sampai kelanjutannya gulung tikar dan cuma membuka di belakang Gedung Sate saja.

Saat ini, bisnis telah di teruskan oleh anaknya.

Siapa sangka, meski jualan di pinggir jalan, bisnis sate ini tambah ramai dan di kenal luas oleh masyarakat.

Harga Sate Jando

Hal lainnya yang sebabkan sate jando di gandrungi banyak orang adalah harganya yang murah dan porsinya lumayan besar.

Seporsi sate jando berisi 10 tusuk sate, lengkap dengan bumbu kacang dan lontong.

Di sajikan di atas daun pisang yang alasnya di beri kertas pembungkus nasi sebabkan aromanya tambah lezat.

Sate ini punyai cita rasa gurih, manis, dan mantap. Bumbu kacangnya kental dan tak pelit, menaikkan lengkap rasa gurih dari daging yang di bakar.

Meski terkenal, sate jando ini tidak di jual dengan harga yang mahal, kok.

Kalian bisa belanja sate ini dengan harga Rp22.000 saja per porsinya.

Harga selanjutnya telah lengkap dengan lontong dan bumbu kacang yang melimpah.

Selain jando, ada dua jenis sate lain yang bisa kalian pilih, yakni sate ayam dan sate sapi.

Jadi, terkecuali tidak berkenan mencoba daging payudara sapi, kalian bisa memilih jenis sate lainnya yang tak kalah enak.

Kalau tidak suka bumbu kacang, kalian termasuk bisa memesan sate ini polos tanpa bumbu.

Daging sate ini telah di beri bumbu lengkap, supaya tanpa tambahan bumbu kacang pun telah jadi enak.

Bumbu yang di gunakan untuk memarinasi sate ini adalah bumbu kuning, yang terbuat dari jahe, sirih, kunyit, dan rempah-rempah lainnya.

Memang agak berbeda dengan jenis sate lainnya yang umumnya mengandalkan rasa dari bumbu kacang atau bumbu kecap yang jadi lumuran.

Lokasi dan Jam Buka Sate Jando Gasibu

Sate Jando Gasibu berada pas di belakang Gedung Sate Bandung, tepatnya di Jalan Diponegoro No.22, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Lokasinya yang strategis sebabkan kuliner ini tidak sukar di cari.

Kalian cuma harus singgah ke belakang Gedung Sate, lalu segera keluar pedagang sate yang di kerumuni pembeli.

Sate jando yang legendaris ini membuka tiap tiap hari, dari pagi sampai malam. Jadi, kalian bisa ke sini kapan saja.

Namun, ada sedikit perbedaan jam membuka saat weekday dan weekend.

Pada Senin-Jumat, warung sate ini membuka pukul 08.30. Sementara pada Sabtu dan Minggu, telah membuka sejak pukul 07.00.

Saking ramainya pembeli, tiap tiap harinya penjaja sate jando ini menghabiskan 50-90 kg daging, lho!

Jika kalian tertarik mencoba kuliner ini, saat terbaik untuk singgah adalah pada pukul 09.00-11.00 WIB, atau saat warung baru buka.

Sebab, terkecuali telah mendekati jam makan siang, umumnya pembeli bakal jadi tambah ramai.

Selain itu, hindari singgah amat malam, karena terkecuali sate telah habis, warung ini umumnya bakal tutup.

Tak harus risau terkecuali kehabisan, kalian bisa membuatnya sendiri di rumah, lho.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *