8 Jajanan Pasar dari Jogja yang Wajib Kamu Coba

8 Jajanan Pasar dari Jogja yang Wajib Kamu Coba

8 Jajanan Pasar dari Jogja yang Wajib Kamu Coba – Pernah nggak sih anda makan jajanan pasar? Atau jangan-jangan anda nggak menyadari apa itu jajanan pasar? Ya, barangkali nggak semua anak muda zaman saat ini kenal, lebih-lebih doyan cemilan rakyat ini.

Ya, bisa di pastikan anda lebih kenal jenis makanan atau jajanan dengan nama-nama yang bisa bikin lidah kesleo. Padahal, cita rasa jajanan pasar ini nggak kalah mantap di banding jajanan dari barat loh. Malah, anda bisa di bikin kangen dan ngakak sesudah makan dan menyadari nama dari jajanan ini. Nggak percaya? Nih, kita kasih anda daftar jajanan pasar dari Jogja yang bisa bikin anda kangen setengah mateng!

Jajanan Pasar dari Jogja yang Wajib Kamu Coba

Dari yang paling kenyal dan lengket. Jajanan bernama cenil ini bisa membuat rindumu bakal Jogja makin awet!

Jajanan pasar khas Jogja ini terbuat dari sari pati singkong atau ketela pohon. Memiliki bentuk lonjong dan bulat dan juga berwarna-warni, menjadikan jajanan ini lebih ‘mencolok’ di banding cemilan yang lain. Apalagi terkecuali di lengkapi taburan kelapa parut dan sedikit gula! Duh, bakal kangen deh sama jajanan yang gampang anda temui di Pasar Bringharjo ini. Coba aja terkecuali nggak percaya!

Satu kembali yang kenyal, lengket, dan menyemburkan rasa manis saat digigit. Lahaplah klepon dalam sekali suap dan rasakan sensasi manis nan legit!

Kalau jajanan pasar yang satu ini sih telah beredar di semua penjuru Nusantara. Hidupmu kurang lengkap terkecuali belum melahap klepon dari Jogja ini. Sensasi gula Jawa yang menyembur dari perut klepon nggak bakal bisa membuatmu serasa meleleh! Yakin deh. Oh, ya, klepon ini terbuat dari tepung beras ketan yang di campur pewarna alami dari daun suji atau daun pandan. Makanya, jajanan pasar satu ini jauh dari kata bahaya!

Cobalah cemilan bernama Tiwul, dijamin anda pasti pengin nambah. Ternyata Gunung Kidul nggak cuma punyai pantai yang indah! Nggak percaya?

Mungkin ini jajanan pasar yang telah mulai di sisihkan dari posisinya sebagai cemilan rakyat. Padahal, tiwul dulu di gunakan sebagai mengonsumsi pangan utama saat masa penjajahan Jepang, dan jadi makanan pokok penduduk Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan. Kini, nggak sedikit orang yang berinovasi dengan cemilan ini, menjadikan jajanan pasar ini sebagai cemilan bergengsi yang bisa di beli lewat tempat sosial. Hemm. Tapi, cobalah anda berkunjung ke Jogja dan cicipilah tiwul asli khas Gunung Kidul. Di jamin, rasanya beda!

Baca Juga: Resep Gurame Goreng yang Cocok untuk Makan Keluarga

Kalau jajanan pasar yang satu ini menyadari bikin kepo. Berasal dari Kotagede Jogjakarta, cemilan ini bernama Kipo!

Waini, jajanan pasar yang tetap pengin tahu. Eh. Ini cemilan terbuat dari ketan, gula, garam, santan, dan pewarna yang berasal dari daun suji/pandan. Jajanan ini tetap marak beredar di wilayah Kotagede dan sekitaran Jogja loh. Kepo nggak kamu?

Pengin hubunganmu dengannya awet dan tetap lengket? Cobalah pahami filosofi jajanan pasar bernama Jadah Manten ini.

Plis, tolong buang stigma umpatan dengan mengambil nama dari jajanan pasar yang satu ini. Sebenarnya, jadah manten ini punyai filosofi yang nggak anda kira sebelumnya. Nih, ya! Jadah manten sering di gunakan sebagai seserahan saat mempelai pria mendatangi tempat tinggal mempelai wanita. Konon, pernikahan ke-2 sejoli itu di kehendaki bisa layaknya jadah manten; lengket dan awet! Nggak cocok, ‘kan, bikin jadi sebuah umpatan lawas?

Jangan menilai rasa dari bentuk rupanya. Mungkin ini pepatah yang tepat untuk kue krasikan.

Jajanan pasar ini punyai bentuk dan rasa yang berbeda. Teksturnya yang kasar berbanding terbalik dengan rasanya yang manis nan legit. Unik, ‘kan? Tekstur kasar ini berasal dari bahan dasarnya yang terbuat dari tumbukan beras ketan dan kelapa parut yang di sangrai. Nah, rasa manis nan legit ini di dapat dari santan dan gula Jawa yang melebur dengan adonan utamanya. Cobain deh!

Satu kembali jajanan pasar dari Gunung Kidul yang wajib anda coba. Gatot, makanan yang terbuat dari singkong ini nyaris sama dengan tiwul, bedanya gatot ini nggak wajib ditumbuk layaknya tiwul dan di campur gula merah. Cuma wajib di bikin gaplek, lantas menjemurnya sampai beralih warna jadi kehitaman. Masaknya emang ribet, anda cuma wajib coba menyantapnya saja. Oh, iya, cemilan ini juga bisa menanggulangi penyakit maag dan perut keroncongan loh.

Cobalah menyantap Sawut terkecuali berkunjung ke Jogja. Seporsi parutan ketela yang ditaburi parutan kelapa.

Jajanan pasar Sawut ini juga berbahan dasar singkong yang di parut. Pada dasarnya, Sawut ini merupakan ketela yang di parut, di campur dengan gula Jawa, dan di kukus. Penyajiannya di taburi dengan parutan kelapa. Rasanya? Hemm. Coba sendiri!

HAH? Makan terompet?? Bukan! Ini namanya Clorot, jajanan pasar yang menyerupai terompet.

Belum bisa di pastikan jajanan pasar satu ini berasal dari tempat mana. Yang jelas, Clorot dapat anda temui di pasar-pasar tradisional dan di tiap tiap tempat tinggal warga yang sedang mengadakan acara keadatan di Jawa Tengah dan Jogja. Clorot ini terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan, yang lantas di balut dengan janur sampai membentuk layaknya terompet. Penasaran dengan rasanya nggak dengan bentuk yang begini itu?

Masih banyak kembali jajanan pasar dari Jogja dan sekitarnya yang bisa anda coba. Meski nama dan bentuknya bikin ngakak, seenggaknya di banding jajanan luar, rasanya nggak kalah enak! Masih nggak percaya? Coba main ke Jogja, dan berburu jajanan pasar ini!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *